Uang tebusan akan memperkuat perompak somalia

Tinggalkan Komentar

Para rombongan perompak Somalia ini akan menjadi lebih kuat jika mereka menerima sebuah Uang tebusan yang berjumlah jutaan dollar. Dapat diyakini bahwa uang tebusan yang diberikan itu dapat mengakibatkan mereka akan membeli segala persenjataan yang lebih canggih dan berbahaya untuk dapat melakukan operasinya.
Ketua Pokja Antiterror Dewan Ketahanan Nasional (Wawan Purwanto) mengatakan bahwa uang tebusan itu akan mereka gunakan untuk membeli speedboat dan berbagai peralatan canggih yang lebih berbahaya dalam melakukan serangan.
Wawan telah menganalisa bahwa teroris ini telah berhasil mendapatkan uang sejumlah 165 juta US$ pada tahun 2010 – 2011. Wawan juga menjelaskan bahwa rombongan kawanan teroris perompak Somalia ini telah membentuk suatu jejaringan program operasi kerja seperti gurita
Sebelumnya dalam keterangan pers telah menyatakan bahwa kapal MV Sinar Kudus telah dikonfirmasi oleh PT. Samudra Indonesia(PTSI) , dimana pembebasan ini merupakan hasil dari kerjasama antara PT.Samudera Indonesia dan Pemerintah. Namun soal pembayaran uang mencapai 4,5 juta US$ itu telah dibantah olehnya.
informasi mengenai jumlah uang tebusan tersebut didapatkan dari seorang pembajak bernama Geney kepada Reuters. Telah dipaparkan bahwa uang senilai US$4,5 juta tersebut telah diterima olehnya.
Pada tanggal 16 Maret 2011 lalu Perompak Somalia telah membajak Kapal MV Sinar kudus ini pada saat melakukan rute perjalanannya dari Pomala, Sulawesi Tenggara, menuju ke Rotterdam, Belanda. Telah diperhitungkan bahwa kapal yang diawaki oleh 31 ABK ini dan 20 orang di antaranya adalah Warga Negara Indonesia ini seharusnya sudah sampai pada tujuan setelah 34 hari dari keberangkatan.

Uang tebusan yang dibayarkan pada perompak Somalia akan membuat gerombolan ini makin kuat. Diyakini uang jutaan dollar itu pasti digunakan untuk membeli kapal cepat dan persenjataan yang membuat mereka makin berbahaya.

“Uang tebusan akan mereka gunakan untuk membeli speed boat dan sistem pertahanan yang lebih canggih. Akhirnya gerakan mereka menjadi lebih luas dan mereka akan menjadi lebih kuat,” ujar Ketua Pokja Antiteror Dewan Ketahanan Nasional, Wawan Purwanto saat dihubungi detikcom, Minggu (1/5/2011) malam.

Dari analisanya, Wawan menjelaskan teroris ini berhasil mendapatkan uang yang cukup besar. Untuk tahun 2010-2011 saja, mereka berhasil meraup 165 juta US$.

“Mereka sudah membentuk jaringan seperti gurita. Ini ancaman serius,” katanya.

Sebelumnya, PT Samudera Indonesia dalam keterangan pers mengkonfirmasi bebasnya kapal MV Sinar Kudus. Pembebasan ini adalah hasil dari proses kerja sama dan bahu membahu antara pemerintah dan PT Samudera Indonesia. Namun PT SI membantah uang tebusan yang dibayarkan pada para perompak mencapai 4,5 juta US$.

Informasi mengenai besaran uang tebusan itu berasal dari salah satu pembajak bernama Geney kepada Reuters. Ia menyebut telah menerima uang senilai US$ 4,5 juta atau sekitar Rp 38,7 miliar dengan kurs Rp 8.600 per US$ 1.

Kapal MV Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomala, Sulawesi Tenggara, menuju ke Rotterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut, dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.

Beberapa kawasan Rawan Tsunami di Indonesia

Tinggalkan Komentar

Kawasan pantai barat Sumatera dan pantai selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara-Kepulauan Maluku-Maluku Utara, pantai utara dan timur Sulawesi, serta pantai utara Papua merupakan kawasan yang rawan tsunami.

“Itu karena kawasan-kawasan itu terletak di kawasan tektonik aktif seperti di Jepang, karena itu kita dapat belajar pada Jepang tentang cara siaga tsunami,” kata Geolog ITS Surabaya Dr Amien Widodo kepada ANTARA di Surabaya, Selasa, ketika menanggapi pelajaran penting dari tsunami dan ledakan reaktor nuklir di Jepang.

Menurut peneliti bencana dari ITS Surabaya itu, Jepang merupakan negara yang rawan tsunami dan gempa karena terletak di kawasan geologi tektonik aktif yaitu di kawasan tumbukan lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik dengan jarak tumbukan lempeng kurang dari 100 kilometer.

“Indonesia juga rawan tsunami di kawasan barat Sumatera dan selatan Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, serta utara Papua, karena ditekan oleh tiga lempeng/kulit bumi aktif yaitu lempeng Indo-Australia di bagian selatan, lempeng Euro-Asia di bagian utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur,” paparnya.

Selain itu, sejumlah daerah di Indonesia juga terletak dekat dengan zona patahan aktif yakni daerah sepanjang Bukit Barisan di Pulau Sumatera, Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Pulau Papua.

“Bedanya, Jepang menyadari akan kondisi yang dihadapi dan mereka tidak punya pilihan lain. Karena itu mereka meneliti, mengembangkan teknologi konstruksi, sistem peringatan dini, mengembangkan bangunan tahan gempa, dan melatih serta memahamkan kepada seluruh rakyat,” tuturnya.

Bahkan, mereka melakukan gladi atau simulasi menghadapi gempa secara rutin dalam jangka waktu tertentu. Karena sosialisasi sudah berlangsung lama maka masyarakat Jepang sudah terbangun budaya keselamatan.

“Sosialisasi yang terus menerus hingga melahirkan budaya keselamatan itu, terlihat saat terjadi gempa 11 Maret 2011 yakni masyarakat Jepang tidak panik. Mereka reflek bersembunyi di bawah meja sampai getaran selesai, lalu mereka keluar ruangan antre satu persatu tanpa berebut,” ujarnya.

Demikian pula saat evakuasi naik kendaraan merekapun tetap antre satu persatu, dan tidak ada keluhan trauma akibat gempa.

“Yang menarik, berita-berita media di Jepang lebih banyak mendorong untuk bangkit dan bukan berita rebutan dan atau merampok bantuan/makanan, atau berita belum mendapatkan bantuan dan lain sebagainya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pelajaran juga bisa diperoleh dari masyarakat Pulau Simeuleu, Aceh, ketika terjadi gempa besar yang memicu tsunami pada 26 Desember 2004.

Masyarakat Pulau Simelue Aceh yang aktif dan selalu belajar dari kejadian gempa dan tsunami yang pernah terjadi telah mengembangkan sistem deteksi dini dengan teriakan “semong” yang berarti air laut surut dan semua orang harus segera lari menuju ke bukit.

“Istilah semong selalu disosialisasikan dengan dongeng legenda oleh tokoh masyarakat setempat secara turun temurun, sehingga istilah ini jadi melekat dan membudaya di hati setiap penduduk Pulau Simeuleu. Istilah semong ini dikembangkan sejak tahun 1900 dan istilah ini pula yang menyelamatkan hampir seluruh rakyat Pulau Simelue dari amukan tsunami,” ucapnya.

16 Bioskop di Jabar Bangkrut Jadi Cafe

Tinggalkan Komentar

Bandung (ANTARA News) – Sedikitnya 16 bioskop milik Pemprov Jabar yang dikelola oleh PT Jasa Kepariwisataan (Jawi) dilaporkan bangkrut dan kemungkinan akan beralih fungsi menjadi cafe atau gedung pertemuan.

“Ada 16 bioskop yang merupakan asset Pemprov Jabar yang dipisahkan dan dikelola oleh PT Jawi, kondisinya sudah tutup. Kabupaten/kota memintanya untuk dijadikan cafe atau gedung pertemuan,” kata Wagub Jawa Barat H Dede Yusuf di Bandung, Kamis.

Menurut Dede, bioskop merupakan salah satu sarana hiburan rakyat melalui pemutaran film, namun menyusul minat menonton masyarakat terhadap film menurun maka bioskop itu gulung tikar.

Hasil penjualan tiket tidak lagi mampu mencukupi biaya operasional dan pemeliharaan gedung, sehingga beberapa gedung terlantar.

“Kabupaten/kota tidak ada yang berminat untuk mengelola dan mempertahankannya sebagai bioskop, pengajuan pengelolaan rata-rata untuk dijadikan cafe atau gedung pertemuan untuk kenduri,” kata Wagub Jabar itu.

Ia memaklumi bila para pemodal kurang tertarik untuk mengelola bioskop di daerah, karena selain penontonnya kurang, juga biaya pemeliharaanya juga cukup tinggi.

Sama halnya pihak swasta, kurang berminat untuk mengelola sebagai bioskop. Mereka juga mengajukan untuk cafe atau gedung pertemuan.

“Saya kira tidak masalah gedung itu beralih fungsi menjadi cafe atau gedung pertemuan, namun diharapkan di lokasi itu tetap bisa digelar pemutaran film terutama film-film independen yang meng-expose budaya dan potensi daerah,” kata Dede.

Selain itu, dalam rangka mengembalikan kecintaan terhadap film, Dede Yusuf mengharapkan berbagai fihak untuk kembali menghidupkan pemutaran film layar tancap maupun menggelar film di mall atau ruang publik.

“Layar tancap merupakan media hiburan sekaligus media promosi dan sosialisasi. Itu perlu dihidupkan lagi, jangan jadikan film untuk konsumsi kalangan tertentu saja,” kata Wagub Jabar itu menambahkan.

Tiket Paket hemat utk Travelling ke Luar Negeri

Tinggalkan Komentar

Buat temen – temen yang suka travelling terangsanasini mencoba memberikan referensi daftar harga harga tiket muarah dari travelling.com :

klik link dibawah ini atau…

bisa langsung memesan lewat daftar dibawah sini :
1. TravelHemat: Macau-Hong Kong-ShenZhen
klik disini untuk pemesanan

2. TravelHemat: Kuala Lumpur – Singapore – Bangkok
klik disini untuk pemesanan

3. TravelHemat: Paris
klik disini untuk pemesanan

4. TravelHemat: Italy
klik disini untuk pemesanan

5. Travel Hemat – Australia
klik disini untuk pemesanan

6. Travel Hemat – Eropa 1
klik disini untuk pemesanan

7. Travel Hemat – Eropa 2
klik disini untuk pemesanan

8. Travel Hemat – Swiss
klik disini untuk pemesanan

9. Travel Hemat – Jepang
klik disini untuk pemesanan

10. Travel Hemat – Korea
klik disini untuk pemesanan

11. Travel Hemat – Vietname (+Cambodia)
klik disini untuk pemesanan

12. Travel Hemat – China 1
klik disini untuk pemesanan

13. Travel Hemat – China 2
klik disini untuk pemesanan

14. Travel Hemat – London
klik disini untuk pemesanan

15. United K – Travel Hemat – United Kingdom
klik disini untuk pemesanan

16. Travel Hemat – New Zealand
klik disini untuk pemesanan

17. Travel Hemat – Turki
klik disini untuk pemesanan

18. Travel Hemat – Taiwan
klik disini untuk pemesanan

——————————————————————–
SELAMAT SAMPAI TUJUAN :) :) Amin

Serat Buah Jadi Bahan Pembuat Mobil

1 Komentar

Serat dalam buah-buahan tak hanya baik bagi pencernaan tubuh. Para ilmuwan di Brazil mengungkapkan, serat buah-buahan seperti nanas atau pisang misalnya, bisa menjadi bahan pembuat mobil.

Alcides Leao dan timnya dari Paulo State University, telah mencoba menggunakan serat dari buah dan tumbuhan sebagai bahan plastik generasi terbaru untuk digunakan pada produk otomotif seperti mobil atau motor.

Mereka yakin, di masa depan, bahan ini tak hanya bisa dimanfaatkan untuk membangun body mobil tetapi juga bagian mesin. Wah, keren!

“Beberapa pabrik pembuat mobil telah menguji bahan plastik dari serat buah ini dan kemungkinan besar akan menggunakannya untuk produk mobil mereka dua tahun lagi,” kata Leao, dikutip detikINET dari NineMSN, Selasa (29/3/2011).

Leao tidak menyebutkan perusahaan pembuat mobil mana saja yang tertarik memanfaatkan penemuan ini. Namun dia meyakinkan bahwa memperkuat bahan plastik dengan serat mikroskopik dari buah-buahan seperti nanas dan pisang akan membuatnya super kuat.

“Bahan ini sangat mengagumkan. Ringan, namun sangat kuat. Sekitar 30 persen lebih ringan dan empat kali lebih kuat ketimbang bahan plastik biasa,” kata Leao saat presentasi di konferensi American Chemical Society di Anaheim, California, Amerika Serikat.

Bahan ini juga dikatakannya akan lebih tahan terhadap panas, tumpahan bensin, air dan oksigen ketimbang bahan plastik untuk otomotif pada umumnya.

“Dunia kesehatan pun bisa menggunakannya. Bahan ini potensial untuk pembuatan katup jantung dan jaringan pengikat sendi artifisial,” katanya.

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.